Tokoh Ilmuwan Muslim dan Perannya pada Masa Dinasti Abbasiyah

Senin, 09 April 2012

1. Ilmu Filsafat
     Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mempersoalkan haikat dari segala yang ada. Kata filsafat/ falsafah(bahasa arab) berasal dari bahasa Yunani "Philosopia" yang artinya cinta kepada ilmu pengetahuan atau cinta kebijakan. Filsafat Yunani masuk melalui ekspedisi Iskandar Agung pada abad ke-4 SM di sebelah timur sungai Tigris. Para filsuf islam berpendirian bahwa tujuan filsafat mirip dengan tujuan agama, yaitu "mencari kebenaran dan mewujudkan kebahagiaan melalui kepercayaan yang benar dan perbuatan yang baik".
     Pada masa Harun ar-Rasyid, buku-buku ilmu pengetahuan yang berbahasa Yunani mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Kegiatan penerjemahan ini makin meningkat pada masa Kholifah al-Ma'mun. Buku yang  banyak diterjemahkan sebagian besar karangan "Plato dan Aristoteles". Golongan yang banyak tertarik pada filsafat Yunani adalah "kaum Muktazilah", tokoh-tokohnya antara lain:)
-Abu Huzail Al-Allaf
-Ibrahim An-Nazzam
-Bisyr Al-Mu'tamir
-Al-Jubba'i

2. Ilmu Kedokteran
     Adalah cabang ilmu yang menangani keadaan kesehatan dan penyakit pada tubuh manusia dengan cara-cara tertentu yang sesuai dengan cara penjagaan atau pemulihan kesehatan.
     Penghubung antara tradisi kedokteran islam dan tradisi kedokteran sebelumnya adalah perguruan di Jundisabur (sekarang Iran). Pengaruh pertama kedokteran Jundisabur dalam kalangan Islam pada masa kholifah Abu Jakfar Al-Mansyur. Dokter Jirjis Bukhtyishuri berhasil menyembuhkan penyakit "dispepsia" (radang selaput lendir lambung) kholifah Abu Jakfar al-Mansyur. Atas keberhasilannya itu kholifah memindahkan pusat kedoteran Jundisabur ke Baghdad
     Buku tentang kedokteran yang banyak diterjemahkan berasal dari Yunani, Persia, dan India, yang diterjemahkan ke bahasa Arab.
     Pengarang kedokteran islam pertama adalah "Ali bin Raban at-Tabari" yang menulis "Firdaus al-Hikmah"pada tahun 850 M. Karyanya memuat berbagai hal dalam bidang patologi, farmakologi, dan diet. :3
Setelah At-Tabari, lahir dokter dan ilmuwan kedokteran Islam antara lain:
-ar-Razi
-Ali bin Al-Abbas
-Ibnu Sina
-Jabir bin Hayyan
-al-Kindi
-al-Farabi




3. Astronomi (ilmu falak)
     Yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda langit seperti matahari, bulan, dan planet-planet. Ilmu astronomi dikembangkan oleh orang muslim karena ilmu tersebut berkaitan erat dengan pelaksanaan beberapa ketentuan agama islam, antara lain:
-  Penentuan shalat lima waktu
-  Penentuan arah kiblat
-  Penentuan awal bulan
     Ilmuwan astronomi terkenal adalah Muhammad bin Musa al-Khowarizmi, karyanya berjudul "Mukhtasar Fi Hisab al-Jabr wal al-Muqobalah" (al-jabar). Buku tersebut menjadi rujukan Robert Chester dan diterjemahan ke bahasa latin dengan judul "Liber Al Gebras et Almurcabala".



*Sebenerny msih ada banyak si,
tapi..
wehehehehee..
C=
peace..
V^.^

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Belajar ngetik dulu baru bikin blog.....
cuz pas d copy, eror aligmentnya buanyak bngt....
capek ngeditnya.....

fadilla rahmania mengatakan...

makasih sarannya, :D
maaf baru belajar ..